SELAMAT DATANG


Mari Berbagi Pengetahuan
Indonesia dan Politik
Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own Logo

Laman

Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba serbi. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Pohon Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman)


Pohon Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman)
Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar dan lantaran air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat.. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan. Akhir-akhir ini pemerintah, dalam rangka gerakan one man one tree menggalakkan penanaman pohon Trembesi (Ki Hujan) di seluruh wilayah Indonesia karena diyakini dari satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya. Bahkan di Istana Negara, terdapat 2 batang pohon Trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini.
Pohon Trembesi di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda). Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis). Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil namun sekarang telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis termasuk ke Indonesia.
Ciri-ciri Pohon Trembesi mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman. Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip. Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.
Pemanfaatan Pohon Trembesi banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, Pohon Trembesi banyak ditanam sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK). Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit. Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Fabales; Famili: Fabaceae; Upafamili: Mimosoideae; Genus: Albizia; Spesies: Albizia saman; Nama binomial: Albizia saman (Jacq.) Merr.
Referensi: wikipedia, zipcodezoo, www.setneg.go.id, http://alamendah.wordpress.com/2009/12/26/pohon-trembesi-ki-hujan-serap-28-ton-co2/

Minggu, 31 Juli 2011

the most baeches for romantic couples


Whether you are a fresh couple or you are celebrating your 50th anniversary, beaches are an ideal destination for romantic couples. Escape with your sweetie to an intimate island getaway like Hawaii or the spectacular Bora Bora. Take a walk on the beach or the shoreline at sunset or in the moonlight. Cuddle on a blanket with candles all around, while you stare at the stars and listen to the waves crash…. Magical
Whether you decide one of our picks on most romantic beaches or choose somewhere else, feeling the breeze on you skin, relaxing in the sand will sure heat up your relationship or marriage.
1. The Belize

The Belize is The islands out in the reef give couples a chance to get away from everyone on private beaches and explore the fish filled waters. The rain forests, reefs and ruins of Belize abound with natural and cultural diversity create an exotic backdrop for romance, adventure and relaxation. Explore the inland rain forests and ancient Maya ruins, take the plunge into the largest barrier reef in the western hemisphere are only few of the attractions. A tropical romantic vacation adventure set in distinctive luxury ecolodge and a collection of private, thatched-roofed bungalows provides sultry comfort. A breathtaking destination for couples wanting a different kind of romance.

2. The Maldives

 

The Maldives.. Locate on the equator, southwest of Sri Lanka, these islands are one of the most awesome destinations. A thousand breathtaking islands with sun, sand and sea, huge lagoons with different depths and infinite shades of blue and turquoise. It is a perfect natural combination for the a tropical island wedding, honeymoon or holiday destination. The most inviting part of Maldives is the Maldives Islands and beaches, which offer relaxed atmosphere to calm your mind and soul. The soft white Maldives beaches, the clear blue waters, the lush green plantations, the glittering sands and the stimulating palm lined walkways offer a different ecstasy to all tourists. Winter is the best time to enjoy vacation in Maldives. Visit Maldives during December to March to enjoy a dream vacation.

3. The Seychelles – Tropical heaven

 

Conveniently located at the intersection of heaven and earth, these Indian Ocean islands are a place with picture-perfect stretches of powder-white beaches, lagoons that sparkle like diamonds and sunsets to die for. It’s exotic; out of the way location makes it a great place to get to know your loved one. There are golf courses, spas, fishing trips, and tropical drinks. Honeymoon here and you’ll never want to leave.

4. Jamaica

 

Find the perfect romance In Jamaica for your next vacation. A country whose motto is “One Love”, Jamaica is the perfect place for a romantic getaway or honeymoon. Jamaica has hundreds of miles of beautiful coastline. The beaches of Jamaica are some of the finest in the Caribbean. Some beaches are lively, fun-filled places, packed with young sunbathers listening to loud reggae music, other beaches in Jamaica are serene, secluded stretches of white sand perfect for relaxing and unwinding. So a couple could be forgiven for spending their entire heavenly vacation basking in the seductive warmth of the ever-present sunshine, while sipping exotic tropical drinks and gazing out at the endless expanse of aquamarine sea. Jamaica is so much more than just a beach, it’s the perfect couples getaway.

5. The Bahamas

 

If gorgeous beaches, bright sun, sheer white curtains blowing in the breeze, beautifully designed contemporary rooms, elegant meals are your cup of pina colada, check out Bahamas. Whether you want resorts that are in the midst of the action or removed from it, they have your choice in the Bahamas — after all, there are some 700 islands in the archipelago. Ample places to kick back, order a pina colada, and let the sun and the sunsets work their magic. The Bahamas has the perfect conditions for romance and love. With breathtaking panoramic views, the softest sandy white or pink beaches, the sunsets that slow dance with the sea and the musical waves lapping on the shore around your ankles, so happy to greet you. You feel like you are the only two on the beach. No footprints but yours. No crowds, no reservations for dinner.

6. Saint Thomas

 

Saint Thomas is an island in the Caribbean Sea, part of the Virgin Islands along with St. John and St. Croix. St. Thomas is famous for its beaches and shopping, bed and breakfasts, an island that caters to couples and families. There is a limited party scene so you will get peace and quiet as you stare into your lover’s eyes. What could be more romantic than a Caribbean sunset, a secluded Caribbean beach, a candlelight dinner or dancing under the Caribbean stars ?

7. Barbados

 

You have dreamt of relaxing on a beautiful sandy beach under the warm afternoon sun without a care in the world….. You have decided you need a break from the burdens of everyday life and that it is time for a trip to a tropical paradise…. OK, now all you need to know is where is Barbados. If you look at Barbados on the world map you will see that this Caribbean island is shaped like a pear with the stem end pointing towards the north, standing slightly outside the arc of the Lesser Antilles. Barbados is one of the most visited of the Caribbean islands. Along the west and south coasts resorts abound sheltered from the turbulent Atlatic Ocean and the easterly trade winds taking full advantage of the white sands and crystalline waters. What many people are unaware of is the spectacular beauty that lies beneath the surface of the sea where coral reef snorkeling and swimming with sea turtles are just some of the myriad recreational pursuits available. Warm clear Caribbean sea, rolling hills and valleys, and those beautiful white sanded beaches. A touch of British charm, great food, lots of activities, and everything else that you would need for a romantic vacation in the sun.

8. Aruba – Bonbini

 

Bonbini, in the native language of Papiamento, means “Welcome”. Welcome to Aruba. When you land in Aruba, you just have to admit there’s a part of paradise located here. This tiny island in the Caribbean Sea, north of Venezuela, is huge with contrasts. And if its true that opposites attract, then this could well be the most attractive island of them all. One shore of Aruba is shallow with pristine white sand beaches, while the other side is rocky, deep and rough seas that open to the sea. As you explore and get to know Aruba, you’ll soon begin to notice the smiling faces everywhere and as any traveler here will tell you, must surely be among the most welcoming places on Earth. So, sit back, relax or explore, there are many things to do, places to go and see.

9. Bora-bora


 

Bora Bora is known as the most famous island in the world and remains the island of all dreams. Don’t think you can’t get here. The view of Bora Bora from the airport is truly breathtaking, and as you travel across the spectacular lagoon you will soon understand why it is the main area of attraction for most visitors. Of course, the lagoon is the centerpiece. The colors are simply breathtaking. Some say there are more than five shades of blue/turquoise as you are coming over the lagoons and reefs. You can wade in it, swim, snorkel, scuba, jetski, windsurf, or just take it in as the most wonderful piece of nature it is. It’s really up to you. And believe us when we tell you, your vacation to Bora Bora will never be forgotten.

10. Hawaii

 

Whether you are a fresh couple or you are celebrating your 50th anniversary, beaches are an ideal destination for romantic couples. Escape with your sweetie to an intimate island getaway like Hawaii or the spectacular Bora Bora. Take a walk on the beach or the shoreline at sunset or in the moonlight. Cuddle on a blanket with candles all around, while you stare at the stars and listen to the waves crash…. Magical
Whether you decide one of our picks on most romantic beaches or choose somewhere else, feeling the breeze on you skin, relaxing in the sand will sure heat up your relationship or marriage.
http://masenchipz.com/best-10-most-romantic-tropical-beaches-in-the-world

varietas kopi


Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.
Varietas kopi arabica
Kopi dari spesies Coffea arabica memiliki rasa yang kaya daripada Coffea robusta. C. arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri yang unik. Beberapa varietas yang terkenal meliputi:
  • Kopi Kolombia (Colombian coffee) - pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype, Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini
  • Colombian Milds — Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.
  • Costa Rican Tarrazu — dari (en)"San Marcos de Tarrazu valley" di pegunungan di luar San José, Costa Rica.
  • Guatemala Huehuetenango — Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.
  • Ethiopian Harrar — dari Harar, Ethiopia
  • Ethiopian Yirgacheffe — dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.
  • Hawaiian Kona coffee — ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.
  • Jamaican Blue Mountain Coffee — dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.
  • Kopi Jawa (Java coffee) — dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.
  • Kenyan — terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.
  • Mexico - memproduksi biji kopi yang keras.
  • Mocha — Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.
  • Santos - dari Brasilia. Memiliki tingkat keasaman yang rendah. (en) [1]
  • Sumatra Mandheling dan Sumatra Lintong — Mandheling dinamakan menurut suku Batak Mandailing di Sumatra utara di Indonesia. Kopi Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra utara.
  • Kopi Gayo (Gayo Coffee) — berasal dari Dataran Tinggi Gayo — Gayo adalah nama Suku Asli di Aceh — yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
  • Sulawesi Toraja Kalosi — Ditanam di daerah pegunungan tinggi di Sulawesi. Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini memiliki aroma yang kaya, tingkat keasaman yang seimbang (agak sedikit lebih kuat dari kopi Sumatra) dan memiliki ciri yang multidimensional. Warnanya coklat tua. Kopi ini cocok untuk digoreng hingga warnanya gelap. Karena proses produksinya, kopi ini dapat mengering secara tidak teratur. Walau demikian biji yang bentuknya tidak teratur ini dapat memperkaya rasanya.
  • Tanzania Peaberry — di tanam di Gunung Kilimanjaro di Tanzania. "Peaberry" artinya biji kopi ini hanya satu dalam setiap buah. Tidak seperti layaknya dua dalam satu buah. Ini biasanya tumbuh secara alami pada 10% dari hasil panen kopi.
  • Uganda - Meskipun sebagian besar penghasil kopi robusta. Ada juga kopi arabika berkualitas yang dikenal sebagai Bugishu. (en) [2]
  • Kopi Luwak- salah satu varietas kopi Arabika yang telah dimakan oleh luwak kemudian dikumpulkan dan diolah. Rasa dan aroma kopi ini khas dan menjadi kopi termahal di dunia.

Campuran

Biji kopi biasanya dicampur untuk keseimbangan rasa dan kompleksitas aromanya. Salah satu campuran tradisional yang tertua adalah Mocha-Java, terdiri dari biji kopi yang sama namanya. Rasa coklat yang khas sangatlah cocok dengan Cafe mocha, yang merupakan minuman kopi yang dicampur dengan coklat. Saat ini campuran Mocha-Java biasa dicampur dengan varietas lainnya untuk menciptakan ciri khas yang unik. Banyak perusahaan kopi yang memiliki campurannya tersendiri.
Beberapa biji kopi sangatlah terkenal dan oleh sebab itu memiliki harga yang lebih mahal dari biji kopi lainnya. Jamaican Blue Mountain dan Hawaiian Kona mungkin adalah contoh yang baik. Biji kopi ini sering dicampur dengan biji kopi lainnya yang tidak seberapa mahal dan dengan itu nama campuran ini disebut blend (seperti "Blue Mountain blend" atau "Kona blend"), walau hanya sedikit biji kopi dari jenis itu yang digunakan.

Varietas kopi robusta

Salah satu varietas kopi robusta yang terkenal adalah kopi luwak dari Indonesia dan Kape Alamid dari Filipina. Biji kopi ini dikumpulkan dari musang luwak. Kopi ini memiliki rasa yang khas.
Haloo... para teman-teman sedikit terlintas ingin menulis dan meminum secangkir kopi di akhir minggu yang sepi ini..., sambil isengnya jari-jariku bermain dengan keyboard dan "menggoyang-goyangkan" mouse ini mengapa aku gak sedikit share kepada kalian tentang kopi yah?
Kopi itu ada berbagai macam di Indonesia dan banyak juga rasanya walaupun saat ini aku hanya sebagai seorang peminum kopi tapi aku dapat membedakan bagaimana kopi yang enak diminum ataupun yang tidak, di sini aku akan menerangkan beberapa macam-macam kopi yang ada di Indonesia, negeri tercinta ini.
Kopi Liberica
Kopi liberica berasal dari Angola dan masuk ke Indonesia sendiri sejak tahun 1965. Kabarnya kopi liberica merupakan kopi terbaik dari segala kopi yang ada di dunia. Akan tetapi volume peredaran kopi liberica sangat minim sekali di dunia sehingga sangat jarang bisa untuk ditemui karena kualitas buah dan rendemannya rendah. Pohon liberica ini bisa mencapai ketinggian 30 m, dan biji kopi liberica merupakan biji kopi dengan ukuran terbesar di dunia. Beberapa varietas kopi liberica yang pernah didatangkan di Indonesia antara lain Ardoniana dan Durvei.
Kopi Arabica
Kopi Arabica merupakan varietas kopi yang paling banyak yang ada di dunia, dengan berbagai keunikan dan rasa yang khas dari setiap masing-masing varietasnya. Varietas ini merupakan yang pertama kali dikenal dan dibudidayakan oleh manusia dan merupakan golongan kopi yang paling banyak diusahakan sampai akhir abad XIX. Namun setelah abad XIX dominasi kopi Arabika mulai menurun, karena sangat rawan terhadap hama penyakit, terutama di daerah dataran rendah. Beberapa varietas yang terkenal antara lain
Kopi Kolombia
Kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat jika langsung digoreng. Colombian Milds, varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Hawaiian Kona coffee, ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.
Kopi Jawa (Java coffee),
Berasal dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi. Mocha, kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen.

Kurang lebihnya seperti diatas tentang berbagai macam kopi yang ada di Indonesia dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya. Sedikit tips meminum kopi cukup 3 gelas sehari dan jika belum terbiasa minum tanpa gula ada baiknya belajarlah minum tanpa gula, teman-teman dapat merasakan “the real taste of coffee”lebih nikmat dan sisi positifnya dapat mengurangi diabetes juga loh… “Jika meminum kopi dengan gula sih namanya… bukan ngopi tapi ngolak…” (alias kolak) .
source : http://www.coffeecommunity.web.id
Biji kopi yang telah digoreng
Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.
Status industri saat ini
Robusta menggantikan kopi Liberika. Walaupun ini bukan kopi yang khas bagi Indonesia, kopi ini menjadi bahan ekspor yang penting di Indonesia.
Bencana alam, Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan - semuanya mempunyai peranan penting bagi kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-20 perkebunan kopi berada di bawah kontrol pemerintahan Belanda. Infrastruktur dikembangkan untuk mempermudah perdagangan kopi. Sebelum Perang Dunia II di Jawa Tengah terdapat jalur rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut kopi, gula, merica, teh dan tembakau ke Semarang untuk kemudian diangkut dengan kapal laut. Kopi yang ditanam di Jawa Tengah umumnya adalah kopi Arabika. Kopi Arabika juga banyak diproduksi di kebun - kebun seperti (Kayumas, Blawan, Kalisat/Jampit)di Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan kopi robusta di Jawa Timur, banyak diproduksi dari kebun - kebun seperti Ngrangkah Pawon (Kediri), Bangelan (Malang), Malangsari, Kaliselogiri (Banyuwangi). Di daerah pegunungan dari Jember hingga Banyuwangi terdapat banyak perkebunan kopi Arabika dan Robusta. Kopi Robusta tumbuh di daerah rendah sedangkan kopi Arabika tumbuh di daerah tinggi.
Setelah kemerdekaan banyak perkebunan kopi yang diambil alih oleh pemerintah yang baru atau ditinggalkan. Saat ini sekitar 92% produksi kopi berada di bawah petani-petani kecil atau koperasi.

Asal-usul

Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

jenis-jenis kopi


jenis-jenis kopi
Varietas kopi merujuk kepada subspesies kopi. Biji kopi dari dua tempat yang berbeda biasanya juga memiliki karakter yang berbeda, baik dari aroma (dari aroma jeruk sampai aroma tanah), kandungan kafein, rasa dan tingkat keasaman. Ciri-ciri ini tergantung pada tempat tumbuhan kopi itu tumbuh, proses produksi dan perbedaan genetika subspesies kopi.
Varietas kopi Arabica
Kopi dari spesies Coffea arabica memiliki rasa yang kaya daripada Coffea robusta. C. arabica memiliki banyak varietas. Tiap varietas memiliki ciri yang unik. Beberapa varietas yang terkenal meliputi:
•Kopi Kolombia (Colombian coffee) – pertama kali diperkenalkan di Kolombia pada awal tahun 1800. Saat ini kultivar Maragogype, Caturra, Typica dan Bourbon ditanam di negeri ini. Jika langsung digoreng, kopi Kolombia memiliki rasa dan aroma yang kuat. Kolombia adalah penghasil kopi kedua terbesar di dunia setelah Brasilia. Sekitar 12% kopi di dunia dihasilkan di negara ini
•Colombian Milds — Varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci. Biji kopi yang belum digoreng dari varietas C. Arabica
•Costa Rican Tarrazu — dari (en)”San Marcos de Tarrazu valley” di pegunungan di luar San José, Costa Rica.
•Guatemala Huehuetenango — Ditanam di ketinggian 5000 kaki di bagian utara Guatemala.
•Ethiopian Harrar — dari Harar, Ethiopia
•Ethiopian Yirgacheffe — dari daerah di kota Yirga Cheffe di provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.
• Hawaiian Kona coffee — ditanam di kaki pegunungan Hualalai di distrik Kona di Hawaii. Kopi diperkenalkan pertama kali di kepulauan ini oleh Chief Boki. Ia adalah gubernur Oahu pada tahun 1825.
• Jamaican Blue Mountain Coffee — dari Blue Mountains di Jamaika. Kopi ini memiliki harga yang mahal karena kepopulerannnya.
• Kopi Jawa (Java coffee) — dari pulau Jawa di Indonesia. Kopi ini sangatlah terkenal sehingga nama Jawa menjadi nama identitas untuk kopi.
•Kenyan — terkenal karena tingkat keasamannya dan rasanya.
•Mexico – memproduksi biji kopi yang keras.
•Mocha — Kopi dari Yemen dahulunya diperdagangkan di pelabuhan Mocha di Yemen.Yemeni coffee traded through the once major port of Mocha. Jangan disalahartikan dengan cara penyajian kopi dengan coklat.